Pendidikan Karakter melalui Program 3 Pekan Pertama Sekolah  Di SD Smart School

Pendidikan Karakter melalui Program 3 Pekan Pertama Sekolah Di SD Smart School

Karakter menurut bahasa adalah tabiat atau kebiasaan.  Ahli psikologi menyatakan karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Adapun definisi dari Doni Kusuma, karakter merupakan ciri, gaya, sifat atau pun karakteristik diri seorang yang berasal dari bentukan atau tempaan yang didapatkan dari lingkungan sekitarnya.

Karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan.

Dengan kata lain, pendidikan karakter yang baik harus melibatkan bukan saja aspek pengetahuan yang baik (moral knowing), akan tetapi juga merasakan dengan baik atau loving good (moral feeling), dan perilaku yang baik (moral action).  Pendidikan karakter menekankan pada habit atau kebiasaan yang terus-menerus dipraktikkan dan dilakukan.

Pentingnya pendidikan karakter untuk menyeimbangkan antara kemampuan kognitif dengan kemampuan psikologis anak, sudah saya uraikan di awal bab buku ini. Agar anak tidak hanya menguasai pengetahuan, namun akan bijak menggunakan ilmu yang dimilikinya untuk kehidupan. Dengan demikian dia akan memikirkan semua tindakannya, yang akan berpengaruh pada orang lain.

Program tiga minggu pendidikan karakter kami sebut sebagai masa orientasi siswa.  Fokusnya  mengembangkan kecerdasan sosial anak. Pertama, kemampuan anak untuk dapat berinteraksi dengan anak-anak yang lain dan orang dewasa. Kedua, meningkatkan rasa percaya diri dalam situasi sosial dan membuat dia lebih tenang di tengah banyak orang.

Tujuan masa orientasi ini menciptakan iklim dan suasana yang nyaman dan aman untuk anak-anak.  Mengajarkan jadwal dan rutinitas sekolah serta perilaku yang diharapkan dari kegiatan tersebut, memperkenalkan lingkungan sekolah dan peralatan di kelas dan di sekolah, melatih bagaimana mengunakan dan merawatnya, serta menetapkan harapan belajar selama tahun pembelajaran.

Kecerdasan sosial penting untuk dibangun dan ditumbuhkan dalam diri anak. Sebab, kita sebagai makhluk sosial membutuhkan interaksi dengan orang lain. Kecerdasan emosional berhubungan erat dengan kecerdasan social, karena dalam setiap interaksi antar manusia akan membutuhkan kecerdasan emosional.

Mendidik anak agar memiliki kecerdasan sosial dan emosional memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah :

  1. Memudahkan anak bergaul dan membaur dalam berbagai kondisi lapisan sosial

Saat telah beranjak dewasa nanti anak tentu akan bertemu dengan beragam jenis kalangan masyarakat dari berbagai tingkatan sosial.

  1. Menumbuhkan nilai kebaikan dalam diri anak

Saat nilai kebaikan tumbuh dalam diri anak maka akan mudah baginya untuk bergaul. Mau mengerti dan memahami perbedaan, mampu menghargai, menghormati, tidak mudah marah, tidak dendam, tidak iri hati dan berbagai keburukan lainnya yang sering muncul dalam pergaulan.

  1. Membunuh rasa minder dalam diri anak

Salah satu penghambat dalam pergaulan sosial adalah rasa minder, merasa rendah diri dan takut bergaul dengan orang lain. Dengan kecerdasan sosial anak tidak lagi takut untuk bergaul.

Kemampuan sosial yang perlu diajarkan pada anak-anak meliputi kerja sama dalam kelompok, bertanggung jawab, berkomunikasi dengan kalimat positif, berempati dan mempunyai kontrol diri.

Mereka pun perlu dilatih untuk berani menampilkan diri sesuai dengan minatnya, dapat bersikap ramah, mau berbagi dan tidak egois, serta dapat memberi kasih sayang pada orang-orang di sekitarnya. Kemampuan sosial tersebut direncanakan dalam kurikulum sosial yang akan menjadi kebiasaan yang terintegrasi dalam pembelajaran.

Kurikulum sosial meliputi morning meeting, modeling, role playing, guided discovery, logical consequences, hope and dream, academic choice, rules and routines, dan quite time. Keterampilan itu menekankan pada perilaku sehari-hari yang berkaitan dengan kehidupan anak-anak.

Selama kegiatan anak-anak dilatih kemampuan berbicara, menjadi pendengar yang baik, kerja sama, kreatif dan berpikir kritis. Keterampilan yang diperlukan anak menghadapi abad 21, terdiri dari creativity and innovation, critical thinking and problem solving, communication, dan collaboration.

  1. Creativity and innovation

Manusia yang akan sukses di abad 21 adalah orang-orang yang kreatif dan memiliki keberagaman ide. Bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda. Siswa harus mampu mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain.

  1. Critical Thinking and Problem Solving

Sederhananya anak-anak dapat menyelesaikan masalah yang dijumpai sehari-hari di sekitar mereka, secara mandiri. Baik yang terkait dengan pelajaran maupun pergaulan dengan teman-teman sebayanya. Guru mesti bisa membimbing mereka dalam menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.

  1. Communication

Supaya bertahan di abad 21, komunikasi  baik tertulis maupun verbal anak harus mumpuni. Memberikan mereka kesempatan mengutarakan ide-idenya, melalui diskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari gurunya. Mereka juga perlu dibiasakan akrab dengan teknologi.

  1. Collaboration

Orang-orang sukses di abad 21 adalah orang-orang yang bisa bekerja sama dengan berbagai kepentingan. Guru membina anak bekerja sama dalam kelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab.

Guru menggerakkan mereka agar bekerja secara produktif dengan yang lain, mengasah empati mereka dan menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat.

Dengan demikian program tiga minggu pertama menyiapkan keterampilan yang diperlukan untuk abad 21.

Berikut beberapa contoh kegiatan program 3 minggu pertama sekolah di SD Smart School

berjalan di tangga

Gambar 1.  Berjalan di tangga

Berbaris di depan kelas

Gambar 2. Berbaris di depan kelas

Kakak kelas menyapa adik kelas

Gambar 3.  Kakak kelas menyapa adik kelas

Tertib mendengarkan penjelasan guru

Gambar 4. Tertib mendengarkan penjelasan guru

Pendengar yang baik saat teman presentasi

Gambar 5. Pendengar yang baik saat teman presentasi

Antri cuci tangan

Gambar 6. Antri cuci tangan

Berbaris rapi saat outing

Gambar 7. Berbaris rapi saat outing

Konsentrasi melaksanakan tugas

Gambar 8. Konsentrasi melaksanakan tugas

Oleh : Atin Margiatni, S.Si., M.Pd

Kepala Sekolah SD Smart School

dikutip dari buku “How to start character Building : 3 Pekan Pendidikan Karakter” oleh Atin Margiatni, S.Si., M.Pd

Sumber :

Doni Kusuma A.2007. Pendidikan Karakter. Jakarta:Grasindo.3-5

Lickona, Thomas dan Matthew Davidson, Smart & Good High School: Integrating Excellence and Ethics for Success in Schools, Work, and Beyond. Cortland: Center for 4th and 5th Rs, 2004.

Paula Denton dan Roxann Kriete, 2000. The First Six Weeks Of School. Greenfield : Northeast Foundation for Children. 13-26

Related posts

Leave a Reply